Tuesday, March 3, 2009

Qiyamul laiL atau sholat malam

Menghidupkan malam dengan Qiyamul laiL atau sholat malam
wahai saudaraku-semoga Allah SWT meneguhkan kita di atas jalan-Nya yang lurus-suatu ketika Rosululloh SAWmengatakan kepada seorang sahabatnya yang bernama Robi'in bin Ka'ab al-islami RA:"wahai Ka'ab mintalah kepadaku" lantas dengan polos dia menjawab:"wahai Rosululloh SAW, aku ingin bisa menemani enkau di surga" maka Rosululloh SAW bertanya lagi kepadanya:"adakah selain itu?" maka ia menjawab lagi:"wahai Rosululloh SAW, hanya itu permintaanku" kemudia Rosululloh SAW menjawab:"wahai Ka'ab bantulah aku dengan memperbanyak sujud" (HR. Muslim 489). imam an-nawawi RA berkata:"yang dimaksut memperbanyak sujud adalah memperbanyak sholat"
sholat sunnah mempunyai peranan penting ketika hari penghitungan amal nanti. ia berperan sebagai penyempurna bagi kewajiban-kewajiban yang kita lalai dalam menunaikannya. sholat sunnah banayak sekali ragamnya tetapi yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam (qiyamul lail). karena begitu penting dan utamanya, Allah SWT menyebutkan dibanyak tempat dalam kitab-Nya. wahai saudaraku yang kucintai, pada edisi kali ini kita akan membahas tentang sholat malam, dengan berharap semoga kita termasuk hamba-hamba Allah SWT yang menghidupkan malam-malam-Nya dengan sujud dan berdiri dalam rangka mencari ridho Allah SWT. semoga bermanfaat

Hukum, Waktu dan jumlah roka'at sholat malam
hukum sholat malam adalah sunnah muakad. waktunya dimulai setelah sholat isya' sampai dengan sebelum waktu subuh. boleh dikerjakan diawal waktu, tengah, maupun akhir waktu. akan tetapi, waktu yang paling utama adalah sepertiga malam yang terakhir dimana pada waktu itu tidaklah bangun untuk mengerjalan ibadah kepada Allah SWT kecuali sangat sedikit. dan pada waktu itulah Allah SWT turun ke langit dunia seraya berkata:"Aku adalah raja, barang siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan aku kabulkan doa'nya, dan barang siapa meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, dan barang siapa minta ampun kepada-Ku maka akan Kuampuni dosa-dosanya" (HR. al-Bukhori 1145). sedangkan jumlah rokaatnya, paling sedikit adalah satu rokaat berdasarkan sabda Rosululloh SAW:"sholat malam adalah dua rokaat (salam) dua rokaat (salam). apabila salah seorang diantara kamu kawatir akan datangnya waktu subuh maka hendaklah dia sholat satu rokaat sebagai witir baginya" (HR. al-Bukhori 990, Muslim 749). dan yang paling sering dikerjakan Rosululloh SAW adalah 11 rokaat berdasarkan perkataan Aisyah RA:"tidaklah Rosululloh SAW sholat malam pada bulan romadhan ataupun bulan yang lainnya lebih dari 11 rokaat" (HR. al-Bukhori 1140, 1147 dan muslim 738). akan tetapi, jumhur (mayoritas) ulama salaf (terdahulu)dan kholaf(belakangan) berpendapat akan bolehnya sholat malam lebih dari 11 rokaat. oleh karena itu, al-Qodhi 'Iyadh RA berkata :"tidak ada khilaf (perbedaan pendapat ulama) bahwasanya tidak ada batasan, tidak boleh lebih ataupun kurang dari itu. karena sholat malam termasuk salah satu bentuk ketaatan yang makin bertambah jumlahnya makin banyak pula pahalanya. khilaf itu terjadi hanya pada perbuatan nabi SAW dan apa yang beliau pilih untuk dirinya. (shohih Fiqhis sunnah kar. abu malik kamal bin sayyid salim 1/414)

TATA CARA MENGERJAKANYA
sholat ini boleh dikerjakan 2 rokaat salam, 2 rokaat salam, dan diakhiri dengan 1 rokaat witir. dan boleh juga dikerjakan 4 rokaat salam, 4 rokaat salam, dan ditutup 3 rokaat witir, atau dengan cara yang lainnya. akan tetapi, yang lebih utama 2 rokaat salam, 2 rokaat salam sebagaimana hadist riwayat Imam al-Bukhori dan Imam Muslim diatas.

ADAB-ADAB MENGERJAKAN SHOLAT MALAM
di antara adab-adab mengerjakan solat malam adalah
1. bersiwak atau menggosok gigi sebelum mengerjakannya. (HR. al-Bukhori 246, Imam Muslim 255)
2. memulainya dengan 2 rokaat yang rigan, karena hal ini bisa menambah giat dan semangat untuk rokaat-rokaat berikutnya. dan jikalau tidak dimulai dengan 2 rokaat yang ringan tidak apa-apa. (HR. Muslim 767)
3. boleh mengerjakannya dengan berdiri, duduk, atau berdiri dan duduk. (HR. al-Bukhori 118, Imam Muslim 735)
4. kadang membaca dengan jahr (suara keras) dan kadang dengan sirr (suara lirih) (HR. Imam Muslim 307)
5. membangunkan keluarga untuk mengerjakan Qiyamul lail (HR. abu daud 1308, dishohihkan al-Abani dalam shohih al-Jami 3488)
6. berbaring sebentar setelah Qiyamul lail dan sebelum fajar, supaya ada pemisah diantara keduanya. selain itu akan menambah semangat dan kesegaran untuk menjalakan sholat subuh. (HR. Bukhori 1146)
7. dibenci bila meninggalkannya bagi orang yang sudah terbiasa mengerjakannya.

KEUTAMAAN QIYAMUL LAIL
sebenarnya banyak sekali nash-nash baik dari al-quran maupun hadist yang menjelaskan keutamaan sholat ini akan tetapi kami hanya bisa menyebutkan beberapa saja. mudah-mudahan bisa menjadi motivator (pendorong) kita untuk lebih giat menghidupkan malam-malam kita dengan Qiyamul Lail. diantara keutamaan itu adalah:
1. Qiyamul lail merupakan ciri khas hamba-hamba Allah SWT yang bertaqwa (baca surat al furqon 25:63-64, as-Sajdah 32:15-17, adz-Dzariyat 51:15-18)
2. akan disediakan baginya surga yang didalamnya ada ruangan yang luarnya bisa terlihat dari dalam dan dalamnya bisa terlihat dari luar. (HR. Ibnu Hibban 509, dan di shohihkan al-Albani dalam shohih al-Jami 2123)
3. Qiyamul lail adalah ibadah sholat yang paling utama setelah sholat fardhu (HR. Muslim 1163)
4. penghapus dosa dan kesalahan. (HR. at-Tirmidzi 2612, dan di shohihkan al-Albani dalam shohih wa Dho'if al-Jami 7258)
meninggikan derajad surga (HR. Muslim 488)

KIAT KIAT UNTUK QIYAMUL LAIL
1. berusaha untuk tidur siang dan tidur di awal malam. jangan begadang malam yang tidak bermanfaat dan akhirat kita. serta bertekadlah yang kuat untuk bangun malam.
2. hilangkan dari benak kita perasaan sulit dan berat, karena anggapan tersebut bisa melemahkan semangat kita. mulailah secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan tingkat kemampuan kita. jangan langsung memaksakan diri melakukan qiyamul lail sampai kaki bengkak seperti Rosululloh SAW. jangan pula sholat dengan membaca tiga juz penuh dalam satu rokaat kalau memang belum yakin mampu. mulailah dengan yang mudah-mudah saja. bangun setengah jam sebelum subuh lalu sholat dua rokaat. tidak perlu memaksakan diribangun jam dua pagi, sholat berlama lama, dan menghafalkan doa-doa yang biasa di baca oleh Rosululloh SAW pada saat Qiyamul lail. jangan lakukan terlebih dulu, simpan semua cita-cita luhur itu dan mulailah membuat sebuah langkah kecil. kecil tapi konsisten, insya Allah akan lebih di sukai Allah SWT.
3. lihatlah kisah kisah salaf dalam mengerjakan qiyamul lail baik dalam keadaan sehat maupun sakit, waktu tidak dalam perjalanan maupun ketika sedang safar. dengan mengetahui kisah-kisah merekahati kita akan tergugah dan terketuk untuk meniru mereka.
4. kurangilah banyak tertawa, senda gurau, dan banyak mengobrol kesana kemari tak tentu arah karena hal itu bisa melalaikan hati akan membuatnya keras bahkan mematikannya.
5. gunakan alarm serta berpesanlah pada teman atau keluarga kita auntuk membangunkan kita pada waktu yang kita inginkan.
6. doa merupakan senjata kaum muslimin. maka berdoalah kepada Allah SWT supaya membantu kita dalam qiyamul lail karena tidak ada daya dan upaya tanpa bantuan dan pertolongan Allah.
READ MORE - Qiyamul laiL atau sholat malam

Sunday, February 8, 2009

menyikapi pemimpin yang zalim

menyikapi pemimpin yang zalim
para pemimpin yang adil dan bijaksana adalah dambaan kita semua. namun, apakah yang terjadi bila pemimpin kita adalah orang yang zalim dan semena-mena? berbagai macam respon (tanggapan) muncul dari masyarakat kita ketika menghadapai ujian ini. ada yang berdiam diri saja tanpa adanya empati (perhatian), disisi lain ada juga yang beramai-ramai mengadakan aksi unjuk rasa yang terkadang menuju kepada pihak anarkis (kekerasan). ahlu sunnah sebagai orang yang terbaik dalam berinteraksi kepada Allah SWT dan sesama manusia, harus mempunyai sikap dalam menghadapi cobaan ini. lantas bagaimanakah sikap mereka? untuk kita kami mencoba menghadirkan tulisan ini ke hadapan saudara pembaca agar kita semua bisa meneladani sikap yang diwariskan oleh para pendahulu kita yang sholeh, lantaran "tidak akan bisa baik akhir umat ini kecuali dengan hal yang bisa membuat baik generasi awalnya." Wallohu Waliyyuttaufiq.

Hukum asal ketaatan kepada pemimpin
Allah SWT berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri diantara kamu..... (QS. An Nisa [4]:59)
Rosulullah SAW bersabda dalam hadist Hudzaifah bin Al-Yaman RA"akan ada sepeninggalku nanti para pemimpin, mereka tidak memakai petunjukku, tidak pula sunnahku, dan akan ada nanti diantara mereka sekelompok orang yang berhati setan namun bertubuh manusia." Hudzaifah RA bertanya "Wahai Rosulullah, bagaimanakah sikapku bila aku jumpai hari itu?" Rasululloh SAW menjawab "taatilah amir (pemimpin) walau punggungmu dipukul, hartamu diambil, maka tetap taatlah." (HR. Muslim :1847)
akan tetapi, ketaatan ini harus dengan syarat tidak bertentangan dengan perintah syari'at. jika bertentangan maka syariat'atlah yang harus diutamakan. berdasarkan hadist riwayat al-Bukhori RA dalam kitab shohih beliau no.7145 "ketaatan dalam perkara yang baik" imam an-Nawawi RA berkata "Ulama bersepakat bahwa ketaatan bagi penguasa hukumnya wajib bila bukan dalam hal maksiat. mereka juga bersepakat bahwa tidak ada lagi ketaatan bila dalam hal maksiat" (Syarah shohih muslim 12/532)

Hal yang perlu diketahui
saudaraku, mungkin sebagian dari kita masih belum mengetahui ada apa sebenarnya dibalik sikap zalim para penguasa terhadap rakyatnya? ternyata, sebab zalimnya penguasa bersumber dari kemaksiatan yang dilakukan oleh rakyat itu sendiri sebagai bentuk balasan dari Allah SWT atas mereka. Allah SWT berfirman "dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)" QS. As-syuro 42:30
dari Qotadah RA beliau berkata "Bani isroil pernah berkata :'Wahai Robb kami, engkau di langit dan kami di bumi, lantas bagaimanakah kami tahu riho dan murka-Mu' Allah berkata :'jika aku ridho akan kujadikan pemimpin kalian dari orang-orang yang terpilih, dan bila aku murka akan kujadikan orang-orang yang jelek dari kalian sebagai pemimpin." (Diriwayatkan oleh ad-Darimi dalam naqdhu ustman bin sa'id:303) oleh karenanya, kita harus memperbaiki diri, memperbanyak taubat dan istighfar sebab kezaliman tersebut sebenarnya hanya merupakan bentuk peringatan Allah SWT kepada kita.

Di antara sikap para pendahulu kita
stop demonstrasi! sungguh banyak hadist yang memerintahkan kita untuk bersabar tatkala penguasa berbuat zalim. Rosulullah SAW memerintahkan kita agar tetap mengingkari apa yang tidak baik dari penguasa tadi (secara lisan atau hati) serta tetap memberikan nasihat dengan cara yang tertutup yang diharapkan dengannya bisa diterima. ulama salaf-yang mewarisi para nabi- juga melakukan hal yang sama ketika menghadapi situasi semisal diatas. diantara mereka adalah
1. Al-Fudhoil in iyadh RA, beliau mengatakan "anda aku mempunyai doa yang mustajab (pasti terkabul) tentu aku akan memperuntukannya bagi penguasa." "wahai abu ali, coba terangkan maksudmu kepada kami,""tanya para sahabatnya. Al-Fudhoil meneruskan "bila aku berdoa untuk diriku maka kebaikan tidak akan sampai pada orang lain, namu bila aku berikan untuk penguasa lalu ia menjadi baik maka akan menjadi baiklah rakyat dan negeri." (Syarhu as-sunnah kar.imam al-Barbahari:114)
2.Hasan al-Bashri RA tatkala didatangi oleh sekelompok orang yang menanyakan perihal sikap mereka pada waktu terjadinya tragedi Yazid bin al-Muhallab, beliau memerintahkan agar mereka semua diam dirumah dan mengunci pintu rapat-rapat. setelah itu beliau berkata "demi Allah, seandainya manusia sabar bila di uji dengan para pemimpinnya (zalim), niscaya tidak lama lagi Allah akan mengangkat cobaan tadi dari mereka. namun mereka akan langsung menyikapinya dengan pedang maka mereka pun dikuasai oleh pedangnya. dan demi Allah, sungguh tidaklah mereka mendatangkan hal yang lebih baik saat ini" (asy-syariah kar. imam al-ajurri, nukilan dari mu'amalatul hukkam kar. Abdus salam barjas :64)
3. Imam ahmad bin Hanbal RA, yang sikap beliau mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita-kita (lihat dalam Ushul as-sunnah karangan beliau poin yang ke 33-34)
dalam satu hal penting lagi bahwa keyakinan untuk bersikap seperti ini telah menjadi kesepakatan AAhlus sunnah wal-jamaah dari dahulu hingga kini sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam an-Nawawi RA diatas. bila anda membuka hampir seluruh literatur klasik yang membahas tentang aqidah, niscaya anda akan dapati ternyata sikap yang ditunjukan mereka adalah sama dan satu.

Diantara syubhat yang ada
1. sikap yang ditunjukan ahlus sunnah seakan lembek, dan tidak berefek
2. pemberontakan abdurrohman bin Asy,ats, dan sa'id bin jubair pada zaman tabi'in.
3. hadist Rosul SAW hanya untuk pemimpin yang menegakkan syari'at islam seperti pada zaman dahulu

Jawaban
1. tidak ingatkah kita tentang sabda Rosululloh SAW bahwa segala sesuatu apabila disertai kelembutan (bukan Lembek) akan menjadi indah? apakah memang benar sikap yang ditunjukan oleh ahlus sunnah ini tidak ada pengaruhnya? kalaulah benar, apakah semua yang tampaknya berefek namun tidak sesuai dengan syari'at lantas menjadi benar dan harus ditakuti? jika demikian niscaya hilanglah tujuan kita yang utama dalam beragama itu sendiri, yaitu mengikuti Rosululloh SAW dalam semua perilaku, ucapan, dan sikapnya dalam beribadah kepada Allah SWT.
2. memang benar, dahulu dua tokoh tersebut mengadakan pemberontakan terhadap al-Hajjaj bin Yusuf, namun kita perlu menyimak penjelasan imam an-Nawawi RA berikut "Qodhi 'iyadh berkata: "permberontakan ini terjadi sebelum adanya kesepakatan antara ulama bahwa tidak boleh memberontak atas mereka (penguasa)" (syarah muslim kar. imam an-Nawawi: 12/541) dan kalaulah ijma' ini tidak dapat diterima maka kedua tokoh diatas atau yang selainnya bukanlah orang maksum (terjadi dari dosa) yang wajib diikuti.
3. ini harus dikembalikan kepada definisi negara islam iru seperti apa. juga apa yang diinginkan dari istilah menegakkan syaria'at. apakah semisal rajam dan potongan tangan? kalau ini yang diinginkan maka perlu ditinjau ulang. sebab yang ada, Rosululloh SAW hanya memberi batasan ketaatan selama penguasa tidak menampakkan kufur yang yang nyata(bukan karena takwil) dan dia juga masih menegakkan sholat.

Sebuah renungan
saudara pembaca yang semoga selalu dirahmati Allah SWT, ketahuilah sesungguhnya tidak ada perintah yang baik melainkan perintah Allah SWT dan Rosul-Nya. bila kita melihat kekejaman dan sikap semena-mena pemimpin maka sikap yang paling bagus adalah sikap yang telah Allah SWT dan Rosul-Nya perintahkan kepada umat ini, tidak yang lainnya. maka siapa saja yang merasa bahwa ada sikap yang lebih cocok daripada apa yang telah Allah SWT dan Rosul-Nya tunjukan, ketahuilah bahwa keadaan orang ini sama dengan apa yang telah digambarkan aleh Allah SWT dalam surat al-baqoroh 2/61 tentang bani isroil: "....Musa berkata:"Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?... " Wallahu alam
READ MORE - menyikapi pemimpin yang zalim

Sunday, February 1, 2009

Masuk surga tanpa Hisab dan Adzab

Masuk surga tanpa Hisab dan Adzab
anda ingin Masuk surga tanpa Hisab dan Adzab? pertanyaan ini sekiranya kita lontarkan kepada setiap insanm niscaya serta mertas mereka akan mengatakan "Ya" sebagai jawabanya. siapakah gerangan orangnya yang tidak ingin masuk surga tanpa hisab dan adzab? tentu semua orang menginginkannya sebab kita semua tahu bahwa nereka adalah tempat yang sangat jelek dan pemandangan di dalamnya mengerikan serta siksaannya pun begitu dahsyat dan menakutkan. sekalipun hanya sebentar, seorang manusia pasti akan menolak kalau dimasukkan kedalamnya. lantas bagaimanakah caranya agar kita dapat masuk surga tanpa hisab dan adzab? apakah tingginya kedudukan di dunia dan banyaknya harta yang dimiliki oleh seorang hamba dapat menjadi jaminan baginya? untuk menjawabnya simaklah pembahasan berikut ini. Allohul musta'an

Tauhid kunci utama masuk surga
wahai saudaraku -semoga Allah SWT senantiasa merahmatimu- ketahuilah bahwasanya tauhid itu memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat. oleh karena itu tatkala Rosululloh SAW diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada kaumnya, beliau memulai dakwahnya dengan tauhid. demikian pula ketika Beliau menguutus para sahabatnya untuk berdakwah, maka beliau berpesan dan mengajarkan kepda mereka agar memulai berdakwah mereka dengan tauhid. Allah menurunkan kitab-kitab-Nya serta menciptakan jin dan manusia juga karena tauhid. memang tauhid adalah kunci utama bagi setiap hamba yang mendambakan surganya Allah Ta'ala. barang siapa mewujudkan tauhid secara nyata, niscaya ia akan masuk surga tanpa hisab dan adzab.
Syaikh muhamad bin sholih al-utsaimin RA menjelaskan bahwa arti mewujudkan tauhid secara nyata adalah membersihkan dari syirik, dan ini tidak terjadi kecuali dengan tiga hal:
1. Mengilmu (memahami) tauhid
sebab orang tidak akan dapat mewujudkan sesuatu secara nyata sebelum ia memahaminya. sebab itu, ia harus mengetahui gambaran tauhid secara jelas dengan cara mengilmui (memahami)nya. lihat (Qs. Muhammad [47]:19)
2. Meyakini (kebenaran) tauhid
maknanya, jika orang sudah memahami tetapi tidak meyakini dan bahkan sombing berarti ia tidak mewujudkan tauhid secara nyata. Allah SWT berfirman tentang perkataan orang kafir:"Mengapa ia menjadikan Tuhan-Tuhan itu Tuhan yang satu saja? sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan." (QS. Shod [38]:5)
3. Patuh apabila seseorang sudah memahmi tauhid dan sudah meyakininya namun tidak mau patuh berarti ia tidak mewujudkan tauhid secara nyata. lihat QS. As-Shoffat [37]:35-36

jika ketiga hal tadi telah terwujud dan terbukti secara nyata pada seseorang (secara umum) maka masuk surga tanpa hisab menjadi jaminan baginya. dan kita tidak lagi mengatakan insya Allah sebab hal ini sudah menjadi ketetapan hukum yang jelas menurut syari'at. adapun terhadap seseorang tertentu (secara khusus dengan disebutkan personnya) maka kita katakan insya Allah. Lihat Al-qoulul mufid 'Ala kitabi at-tauhid kar. Ibnu Utsaimin: 1/85-86

Kabar dari Rosululloh SAW
Wahai saudaraku, sahabat yang mulia Abdullah bin abas RA telah meriwayatkan bahwa Rosulullah SAW bersabda:"Telah diperlihatkan kepadaku beberapa umat. maka aku melihat seorang nabi disertai oleh beberapa orang, aku juga melihat nabi hanya disertai satu orang, ada lagi yang disertai dua orang, dan ada juga yang tidak disertai seorangpun. tiba-tiba diperlihatkan kepadaku sejumlah orang besar, aku mengira mereka adalah umatku, ternyata dikatakan kepadaku:" ini adalah musa dan kaumnya, akan tetapi lihatlah kearah ufuk. maka aku melihat, ternyata ada sejumlah banyak orang, kemudian dikatakan kepadaku:"lihatlah ke ufuk yang lain." maka akupun melihat, ternyata (disana) ada sejumlah besar manusia. maka dikatakanlah kepadaku:"Ini adalah umatmu, bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab dan adzab." kemudian Rosululloh SAW bangkit dan masuk kerumahnya. maka orang orang ramai membicarakanmereka yang masuk surga tanpa hisab dan azdab. sebagian sahabat ada yang berkata:"Barangkali mereka adalah orang-orang yang menjadi sahabat Rosululloh SAW:" sebagian lagi ada yang mengatakan:"Barangkali mereka adalah orang-orang yang dilahirkan didalam masa islam dan tidak menyukutukan Allah SWT" begitulah mereka menyebutkan banyak kemungkinan. kemudian Rosululloh SAW keluarmenemui mereka seraya bersabda:"apa yang sedang kalian perbincangkan?" para sahabat menceritakan perbincangan mereka. maka Rosululloh SAW bersabda:"mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah (jampi), tidak meminta di-Kayy, tidak ber-tathoyyur, dan mereka bertawakal hanya kepada Robb mereka." lalu ukasyahbin mihson RA berdiri dan berkata:"(Ya Rosululooh) mohonkanlah kepada Allah SWT agar dia menjadikan saya termasuk dalam golongan mereka" beliau menjawab:"Engkau termasuk mereka." kemudia berdirilah seorang yang lain dan berkata:"(wahai Rosululloh) do'akanlah kepada Allah SWT agar menjadikan saya termasuk mereka." Rosulloh menjawab:"kamu sudah didahului Ukasyah" (HR. al-bukhori:6541 dan muslim:220)
dan dalam hal yang sama imam ahmad dan iman al-baihaqi meriwayatkan hadist yang bersumber dari sahabat abu hurairah RA dengan lafazh""maka saya minta tambah kepada Robbku, kemudian Allah SWT memberi saya tambahan setiap seribu orang itu membawa tujuh puluh ribu orang lagi." Al-hafizh ibnu hajar RA berkata mengomentari sanad hadist ini:"Sanadnya jayyid (bagus)." (Fathul Bari:11/410)

Agar bisa masuk surga tanpa hisab dan adzab
wahai saudaraku, telah kami jelaskan diatas tadi bahwa golongan yang masuk surga tanpa hisab dan adzab adalah mereka yang telah berhasilmerealisasikan tauhid secara bersih dan nyata dalam kehidupannya. dan etrmasuk bentuk realisasi tauhid adalah bersikap hati-hati terhadap hal-hal yang mungkin dapat merusak tauhid. mereka itu adalah orang-orang yang:
1. Tidak minta di-Ruqyah
Ruqyah artinya memberikan pengobatan dengan cara membacakan ayat Al-quran kepada yang sakit atau kerasukan jin, dan boleh dilakukan dengan disertai memberikan semburan ludah pada tempat yangterkena gigitan binatang berbisa atau yang lainnya. Syaikhul islam ibnu taimiyah RA menjelaskan bahwa mustarqi (Orang-orang yang meminta di ruqyah adalah orang yang minta diobati, dan hatinya sedikit berpaling kepada selain Allah SWT. hal ini akan mengurangi nilai tawakalnya kepada Allah SWT sedangkan ar-roqi (orang yang meruqyah) adalah seorang yang muhsin (murah hati) atau orang yang hanya ingin berbuat baik dan memberi manfaat kepada saudaranya. (HR. Muslim:2199 majmu' fatawa 1/182,328)
2. Tidak minta di-Kayy
Kayy adalah menempeli luka dengan besi yang dipanaskan. tidak minta di-kayy maknanya adalahmereka tidak meminta kepada orang lain untuk meng-kayy sebagaimana mereka tidak minta di ruqyah. mereka menerima qodho'(ketentuan) dan menikmati musibah yang menimpa mereka. hukum kayy itu sendiri dalam islam tidak dilarang. islam membolehkan selama tidak menjadi pilihan pertama. hanya, seorang yang tidak minta di-kayy itu menunjukan akan kesempurnaan tawakalnya kepada Allah SWT.
3. tidak melakukan Tathoyyur
Tathoyyur adalah beranggapan sial (merasa pesimis) berdasarkan burung-burung, suara burung-burung, arah terbangnya burung, atau berdasarkan tempat-tempat tertentu, lafazh-lafazh tertentu, hari-hari tertentu, angka-angka tertentu,bulan-bulan tertentu, dan seterusnya. ini bathil menurut islam karena termasuk syirik
4. mereka bertawakal kepada Allah
ini yang paling utama, seseorang harus bertawakal hanya kepada Allah SWT. insya Allah dengan tawakal yang utuh, tauhis akan dapat terwujud secara bersih dan nyata. dan ketahuilah bahwa makna hadist di atas tidak menunjukan bahwa mereka tidak mencari sebab sama sekali. karena mencari sebab (supaya sakitnya sembuh) termasuk fitrah dan sesuatu yang tidak terpisahkan darinya. mereka meninggalkan perkara-perkara makruh walaupun mereka sangat butuh dengan cara bertawakal kepada Allah SWT. seperti kayy dan ruqyah, mereka meninggalkan hal itu karena termasuk sebab yang makruh. apalagi perkara haram.

adapun mencari sebab yang bisa menyembuhkan penyakit dengan cara yang dimakruhkan, maka hal itu tidak membuat cacat dalam tawakal. dengan demikian kita tidaklah meninggalkan sebab-sebab yang di syari'atkan sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang bersumber dari abu hurairah RA bahwa Rosululloh SAW bersabda:"Todaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit melainkan (Dia pun) menurunkan obat ubtuknya, ada yang mengetahui obat itu dan ada (pula) yang tidak mengetahuinya." HR. al-bukhori: 5678 dan ahmad:1/377)
beliau SAW juga bersabda:'wahai hamba-hamba Allah SWT, berobatlah kalian. sesungguhnya Allah SWT tidaklah menimpakan sesuatu melainkan dia telah meletakkan obat baginya, kecuali satu penyakit saja, yaitu pikun." HR. Ahmad:4/278, Abu dawud:3855, dishohihkan syaikh al-Albani dalam shohih sunan abu dawud:2/461) Wallohu A'lam
READ MORE - Masuk surga tanpa Hisab dan Adzab

Thursday, January 29, 2009

Sunnah yang terasingkan

Sunah yang terasingkan
Hidup pada zaman akhir adalah sebuah tantangan bagi seorang muslim. bagaimana tidak, kaum muslimin dituntut untuk selalu konsisten dengan ajaran agama yang asli. namun disisi lain, mereka harus menghadapi kenyataan yang sangat tidak enak, yaitu zaman terasingnya sunnah persis seperti yang telah disabdakan Rosululloh SAW semenjak lima abad yang lalu. hampir disetiap tempat, kaum muslimin konsisten dengan ajaran agamanya merasa tertekan akibat keterasingan sunnah ini. label, cap, atau julukan yang jelek seakan sudah biasa disematkan pada mereka oleh orang umum. bagi mereka yang tidak tahan dengan tantangan ini mungkin akan putus ditengah jalan dan kembali pada kesesatan. oleh karena itu, kami mencoba mengetengahkan pembahasan ini dihadapan sidang pembaca sebagai motivator(pendorong) dalam berpegang teguh diatas sunnah yang kian terasing ini. Wallahul-Muwaffiq.

Kabar dari Rosululloh SAW
seorang muslim hendaklah tenang dan tidak kaget menghadapi ujian ini karenapada hakikatnya ia hanya sedang menjalani sunnatulloh yang sedang berlaku. lima belas abad yang lalu Abu Hurairah Ra menceritakan bahwa Rosulullah SAW pernah bersabda:
"Sesungguhnya islam dimulai dengan keterasingan dan kelak ia akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing." (H.R Muslim:145)
dalam riwayat yang lain Nabi SAW pernah mengatakan:"akan datang suatu zaman (yang pada saat itu) orang yang sabar diatas agamanya semisal orang yang memegang bara." (H.R Tirmizdi: 2260, di shohihkan oleh Syaikh al-albani dalam silsilatul Ahaddits ash-shohihah: 957)
Siapa "Orang Asing" yang dimaksut?
setelah kita tahu bahwa diantara sifat orang-orang yang beruntung adalah asing dan berjumlah sedikit, lantas apakah setiap ada orang asing atau tampil beda langsung kita masukkan kedalam kategori hadist diatas? tidak, namun orang yang dimaksut dalam hadist ini adalah seperti apa yang telah shohoh diriwayatkan dari rosululloh SAW:"kaum sholih yang berjumlah sedikit, ditengah-tengah komunitas(kumpulan) jelek yang mayoritas (banyak). yang menentang mereka lebih banyak daripada orang yang patuh."

Macam macam keterasingan
Ibnu qoyyim RA berkata:"keterasingan terbagi menjadi tiga macam:
1. keterasingan Ahlusunnah diantara semua manusia
inilah keterasingan yang dipuji aleh Allah SWT dan Rosul-Nya sebab Rosululloh SAW telah mengabarkan hal inidalam hadist beliau.
1. keterasingan yang tercela
yaitu asingnya kebatilan diantara pengikut kebenaran, walaupun mereka banyak mempunyai pengikut namun mereka asing, tidak dikenal oleh penduduk langit.
3. keterasingan yang masuk didalamnya muslim dan kafir, tidak terpuji juga tidak tercela
semisal asingnya seseorang yang jauh dari kampunynya. semua orang yang hidup didunia ini adalah asing. Rosululloh SAW sendiri pernah mengatakan didalam hadist yang shohih:"jadilah engkau disunia ini seperti orang asing (pengembara)." (Madarijus salikin:3/203-209 - dengan ringkas) sebab itu, bergembiralah wahai saudaraku yang asing. anda semua mungkin asing didunia... namun ketahuilah, hakikatnya anda adalah orang yang terkenal dilangit.

bukti keterasingan
dewasa ini, khususnya di negara kita, fenomena keterasingan sunnah sangat tampak dimana-mana. ada banyak contoh yang bisa kita dapati. akan tetapi, dalam lembar buletin yang terbatas ini kami cantumkan dua saja.
1. masalah pakaian.
kaum wanita pada umumnya sudah tidak mengenal pakaian syar'i model apakah yang seharusnya mereka gunakan. ada yang keterlaluan membuka bagian tubuh yang seharusnya tertutup kain. tetapi anehnya, bila ada wanita yang menutup seluruh tubuh dan wajahnya maka ia akan menjadi sasaran gunjingan dan bahan obrolan. pria juga tidak mau kalah, mereka kebablasan mengulurkan celana hingga menutupi mata kaki sehingga bila ada yang meninggikan celananya diatas mata kaki saja langsung dicemooh sebagai orang yang kurang kain saja. keadaan yang serba terbalik ini sudah kita bersama.
2. masalah jenggot bagi kaum lelaki
banyak orang yang mengatakan bahwa orang yang berjenggot identik dengan kejahatan, terorisme, atau seperti kambing. tetapi tahukahkita bahwa memelihara jenggot itu sendiri adalah perintah dan sunnah Rosululloh SAW.

Jangan bersedih karena kita tidak sendiri!!
banyak orang yang konsisten diatas jalan sunnah merasa amat tertekan oleh keterasingan ini. pada akhirnya mereka yang tidak kuat lantas kembali lagi pada keadaanya semuala (jelek). padahal kalau kita menengok sejarah, sungguh akan dijumpai orang yang senasib sepenanggungan dengan kita. lihatlah diri Rosululloh SAW, bagaimana awalnya Beliau mendapat wahyuuntuk mendakwahkan agama islam ini. seperti apa reaksi kaumnya? tidak lain, mereka langsung berpaling. mengucilkan dan meninggalkan beliau sendiri serta menghinanya dengan kata-kata yang kasar. tahukah and tentang penderitaan khobbab bin al-arot dan bilal bin Robbah RA, dua orang mantan budak yang harus rela mendapatkan berbagai siksaan dari majikannya yang masih musyrik demi mempertahankan agamanya yang mereka yakini kebenarannya? dan ingatlah kembali akhir kisah keluarga yasir RA yang sahid bersama istri demi memperjuangkan agama ini. saudaraku, sungguh demi Allah, jika kita melihat perjalanan orang semisal mereka maka kita akan malu dan tahu bahwa masih ada orang yang lebih tertekan dan menderita juga tersiksa daripada yang kita alami.

Bersabarlah, ini hanya semantara.
saudaraku yang asing, bersabarlah atas keterasingan ini. genggam erat terus bara sunnah inihingga dirimu tidak merasakan panasnya lagi. mengapa demikian? ingatlah, kita hidup di dunia ini hanya sementara. oleh karena itu mari perhatikan bersamaku janji Allah SWT bagi mereka yang memegang barasunnah ini dengan sangat erat dan mengacuhkan pandangan miring manusia terhadapnya. Rosululloh SAW bersabda:"Barang siapa yang menggadaikan keridhoan manusia demi keridoan Allah, Allah SWT akan meridoinya dan membuat manusia ridho kepadanya. namun barang siapa yang menggadaikan keridhoan Allah dengan keridhoan manusia maka Allah SWT akan murka kepadanya dan membuat manusia murka atasnya." (H.R Ibnu Hibban:276, di shohihkan oleh al-albani dalam syarah aqidah thohawoyyah:268)

Wasiat mereka yang telah pergi
Al-Iman al-fudhoil bin 'Iyad RA salah seorang tabi'in berkata:"Tempuhlah jalan petunjuk dan jangan terpengaruh dengan sedikitnya pengikut! jauhi jalan kehinaan dan janganlah tertipu dengan banyaknya orang yang celaka (di dalamnya)". setelah kita mengetahui rasa keterasingan yang kita hadapi, yang harus kita lakukan adalah saling menyayangi. sungguh benar apa yang dikatakan oleh al iman al-hasan al-basri RA:"Wahai Ahlusunnah, berlemah lembutlah antara kalian. sungguh saya melihat kalian ini adalah orang yang sangat sedikit." rasa keterasingan ini jangan malahditambah dengan sikap yang kurang atau bahkan tidak akrab terhadap saudar-saudara kita. ingat, mereka butuh teman. syaikh ibnu bas RA menasihatkan:"Wajib atas seluruh kaum muslimin dan muslimat di setiap tempat untuk selalu berpegang teguhdengan agama Allah SWT, bersabar diatasnya, serta tetap berusaha menggitnya dengan gigi geraham. apalagi di zaman ini jaman zaman keterasingan islam dan banyaknya musuh."
saudaraku, sebelum mengakhiri tulisan ini saya akan menyampaikan kabar gembira untuk anda semua yang berpegang teguh dengan sunnah ini. Rosululloh SAW bersabda:"Sesungguhnya seseorang itu (kelak di akhirat) bersama orang yang dicintai." maka pilihlah kepada siapa hati anda akan condong dan cinta! Wallahu A'lam
READ MORE - Sunnah yang terasingkan